SUNGAILIAT TERKINI

Program Padat Karya Kotaku Bermanfaat Bagi Masyarakat Bangka Terdampak Covid

MSM,Bangka- Program padat karya atau Cash For Work bertujuannya memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja dalam bentuk tenaga kerja kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang lebih populer dengan sebutan Kota tanpa Kumuh (Kotaku)

Hal tersebut dikatakan Aprial selaku koordinator satuan kerja (Satker) Kotaku Kabupaten Bangka, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa program Kotaku ini adalah progrom yang diluncurkan oleh Kementerian PUPR pusat ke daerah seluruh Indonesia yang bertujuan untuk memberikan bantuan tunai berupa upah kepada masyarakat yang terdapat Pandemi Covid-19,” kata Adrial di Sungailiat Sabtu (19/6)

Kita tahu saat ini baik Indonesia, maupun Kabupaten Bangka saat ini dampak Covid-19 ini luar biasa,” Makanya Kementerian PUPR meluncurkan program CFW atau Cash for work. Kalau di Dinsos kemungkinan seperti program bantuan langsung tunai (BLT)
Menurutnya, program ini juga bertujuan untuk memulihkan perekonomian masyarakat, dengan adanya masyarakat bekerja secara otomatis mereka bisa belanja. Kemudian selain itu membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomi di kabupaten Bangka,”jelasnya

Ia menerangkan, dengan adanya program ini terpeliharanya atau berfungsinya baik itu saluran drainase yang selama ini mungkin pasir ataupun jalan yang berlubang, dapat di rehab atau ada pemeliharaannya.

Tidak mesti bangun baru tapi lebih ke pemeliharaan dan rehab, Bebernya.
Lanjutnya, untuk di kabupaten Bangka ada 8 Kelurahan Desa yang sudah berjalan, mulai dari Air Ruai, Karya Makmur ini di Pemali, Sementara di Kecamatan Sungailiat itu ada di Kenanga, Rebo, Parit Padang, Sri Menanti, Bukit Betung dan Jelitik,” ungkapnya

Mekanisme pencairannya di masing-masing kelurahan itu ada yang namanya Badan Keswadayaan Masyarakat atau BKM ini bukan CV, bukan PT namun BKM itu dibentuk masyarakat sendiri untuk mengurus kegiatan ini
Dikatakannya, dari Satker langsung masuk rekening BKM. Setelah masuk ke rekening, bantuan tersebut lalu BKM ini membentuk namanya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kelompok Swadaya Masyarakat ini yang tujuannya atau tugasnya untuk mengerjakan kegiatan di lapangan,” papar Adrial.

KSM ini dibentuk juga dari Kelurahan dan Desa, serta untuk orang-orang yang tunjuk berada di kelurahan dan desa tersebut,,” terangnya.

Ia melanjutkan, untuk program di Kabupaten Bangka mulai bulan April 2021, Januari sudah berjalan tentang lokasi dan alokasi, di Januari itu sudah mulai proses serta bulan April ini sudah mulai pencairan ke BKM. Rencananya akhir tahun, paling lama Desember, jangan lewat dari itu, kalau bisa bulan Oktober tuntas
Untuk anggaran 300 juta per kelurahan dan desa Itu lebih besar upah, lebih banyak upah dari material karena tujuannya tadi memberi bantuan tunai berupa upah tenaga kerja, Kalau kernet itu 120 ribu, kalau tukang 150 ribu. dan itu yang harus ditekankan ke teman-teman, jangan ada pemotongan upah,” tutupnya (Imron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *