Tak Berkategori

PEMANFAATAN SENTRA LADA BANGKA MASIH BELUM MAKSIMAL

Sungailiat-MSM
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Dinakerperindag) Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengatakan, pemanfaatan gedung sentra lada di Sungailiat hingga kini masih belum maksimal akibat sejumlah kendala.

“Produksi lada petani yang menurun saat ini berakibat kurangnya pasokan lada petani ke sentra kada di sungailiat. Apalagi kini petani hanya bisa menjual lada  sesuai dengan kebutuhannya saja meski kami sudah menawarkan membeli lada petani dengan harga kompetitif,” ungkap Asep kepada awak media, Senin (24/6).

Padahal, kata Asep, tempat sentra lada yang dibangun dengan dana DAK ini bisa menerima pasokan lada petani baik dalam bentuk kada butiran ataupun bentuk lada halus karena di tempat ini petani tinggal membayar jasanya saja untuk diolah menjadi barang setengah jadi (lada halus) untuk kemudian bisa diekspor.

“Tapi sayangnya, meski kami sudah berupaya menawarkan lada petani dengan harga yang ditetapkan namun petani lada masi belum banyak yang menjualnya karena di sisi lain juga ada eksportir lada kain yang sudah lama eksis,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, harga lada putih bangka yang sebenarnya banyak diminati di luar negeri semestinya bisa menjadi peluang bagi bangka untuk merangsang animo petani lada sekaligus bisa menambah PAD.

“Namun permintaan  ekspor lada ke luar negeri mesti dilakukan secara kontinyu dengan jumlah yang cukup banyak. Sementara itu, kami masih terbentur kendala permodalan sehingga saat ini bekerja sama dengan koperasi petani lada dan Smesco Indonesia

lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertugas untuk membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah) untuk pemasarannya. Karenanya, hasil dari sentra lada di sungailiat ini masih dipasarkan untuk pasar domestik saja,” jelasnya.

Dirinya juga meminta tolong kepada rekan-rekan media untuk mensosialiasikan kegiatan di sentra lada Sungailiat,” harapnya,

Sementara itu Sudirman ketua Koperasi Centra Lada kabupaten Bangka kepada awak media mengatakan koperasi berdiri berasal dari penjual lada di Sungailiat.

Kita sudah mendapat pendidikan dan pelatihan tenteng pengelolan lada untuk meningkat mutu lada dan bernilai ekspor,” ungkapnya.

Diakuinya untuk pengembangan lada biar lebih baik dan bermutu tinggi kita butuh modal yang cukup besar dan inilah yang jadi kendala kita,” terang ketua Koperasi Centra Lada Bangka ini.

Ya kita berharap dengan telah dibangun gedung centra lada ini,semoga kondisi lada di kabupaten Bangka akan terus meningkat lebih baik lagi,” tutupnya.( Sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *