SUNGAILIAT TERKINI

OPSI MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DI ALAM

Puding Besar -MSM Sebanyak 29 orang siswa siswi pelajar SMA Setai Budi Sungailiat yang terhimpun dalam Olimpide Pelajar Siswa Indonesia (OPSI) melaksanakan pembelajaran lngsung di alam. Pembelajaran tersebut dilaksanakan di Kawasan Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Minggu lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan edukasi serta pembelajaran kepada para siswa terkait ekosistem yang ada di lingkungan khususnya di Sungai Upang. Selain itu agar lebih mengakrabkan lagi terhadap pelestarian lingkungan yang ada di Sungai Upang.

Guru Pendamping sekaligus peraih penghargaan kalpataru, Dian Rosiena Anggraini menyampaikan sejumlah anak diajarkan tekait pengelolaan ekosistem yang ada di Sungai Upang baik secara geografis ataupun keanekaragaman hayati.

“Jadi para siswa siswi ini menginap dari hari Jum’at kemarin dan melaksanakan berbagai macam kegiatan. Mulai dari pemahaman terkait geografis ataupun ekosistem yang ada di sungai ini,” ungkap Dian.

Disamping itu para siswa juga melakukan aksi penanaman pohon di sepajang bantaran Sungai Upang. Sebanyak 450 bibit pohon yang terdiri dari jenis Perupuk dan Gelam ditanam guna menambah poulasi pepohonan disekitar sungai.

Selain itu para peserta juga membawa sejumlah tanaman anggrek guna ditanam di Kawasan Pulau Anggrek Elsye Lestari yang berlokasi di tengah Sungai Upang. Sebanyak 78 tanaman anggrek dari 6 Spesies ditanam di kawasan biodiversity tersebut.

Salah satu siswa, Sidik mengungkapkan rasa gembira dengan pembelajaran yang langsung dilaksanakan di tempat terbuka. Menurutnya dengan melakukan praktek secara langsung akan menarik minat siswa dalam belajar.

“Hari ini sangat luar biasa, karena hal ini tidak dapat kita temukan di dalam kelas. Kita mencoba memelihara lingkungan dengan salah satunya melakukan penanaman di kawsan Sungai Upang ini,” ungkap Sidik.

Ketua Komunitas Sahabat Alam Sungai Upang sekaligus Pengurus Sungai Upang, Hormen memberikan apresiasi kepada para siawa yang langsung terjun kelapangan dalam melaksanakan pembelajaran. Mengingat kawasan Sungai Upang ini memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk dipelajari.

“Kawasan Sungai Upang ini snagat luar biasa sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat berlangsung kedepannya. Harapannya, selain sebagai tempat wisata juga menjadi sumber pendidikan dan penelitian,” tutup Hormen.(Red-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *