SUNGAILIAT TERKINI

Lewat Bahasa Isyarat, Belasan Pelajar Disabilitas Rumah Quran Darol Alshomt Bangka Dengarkan Ceramah Idul Adha

Bangka, Swakarya.Com. Setelah sekian lama, belasan orang disabilitas di fabel rungu bisa mengerti isi dari ktohbah usai ikut melaksanakan sholat Idul Adha berjemaah di masjid Al Ikhlas Kompi Senapan B, Sungailiat, Selasa (20/7).

Usai sholat Idul Adha, pengasuh rumah Qur’an Darrol Alshomt Bangka, Ustad Edi Anas mengaku, saat khotib menyampaikan khotbahnya, teman teman disabilitas di fabel rungu yang ada di Bangka merasa kebingungan atas isi ceramah yang disampaikan mengingat ceramah yang disampaikan menggunakan bahasa normal.

“Saya dengar suara hati mereka, setiap khotib Jum’at, Idul Fitri dan Idul Adha, mereka kebingungan, karena yang disampaikan khotib bahasa normal, tidak ada penerjemaahnya sehingga saat khotib naik mimbar, kebanyakan teman teman disabilitas yang mengikuti sholat jumat, idul fitri dan idul adha ini tidur karena mereka tidak bisa mendengar atas ceramah yang disampaikan,”katanya.

Namun setelah belasan tuna rungu yang ada di Bangka ini mengikuti pendidikan rumah Qur’an Darrol Alshomt, kata ustad Edi, baru mereka bisa mengetahui isi dari ceramah yang disampaikan lewat bahasa isyarat yang ia peragakan saat khotib menyampaikan ceramah perihal iman dan amal sholeh.

“Tapi sekarang alhamdulillah, lewat program Darol Alshomt, akhirnya teman teman tuna rungu sekarang bisa mendapatkan informasi tentang agama lewat ceramah yang disampaikan oleh khotib seperti saat ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ustad Edi berharap pemerintah daerah ini dapat membantu teman teman tuna rungu di fabel yang ada di Bangka agar tidak buta dengan aksara Al Qur’an.

“Jadi ini bukan tugas kita saja, tapi tugas kita bersama untuk mengentaskan teman teman yang buta Al Qur’an dan tidak paham akan agama ini bisa paham akan agama. Cara nya ya itu tadi, lewat bahas isyarat,” katanya.

Ustad Edi mengaku, kendati fasilitas yang digunakan hanya ala kadarnya, tak menyurutkan langkahnya untuk membantu teman teman disabilitas tersebut paham akan agama.

“Kendati sekarang kita belum dapatkan masjid yang ramah disabilitas, hal itu tak menyurutkan semangat kami membantu mereka agar paham akan agama,” katanya.

Namun ia berharap kedepan pemerintah daerah ini dapat memfasilitasi sebuah masjid yang nantinya akan dijadikan sebagai sentral difabel rungu untuk mendapatkan ruang informasi terkait kegiatan keagamaan.

“Dengan metode isyarat yang kita ajarkan, ini merupakan langkah yang tepat menyampaikan informasi agama kepada mereka,” katanya.

Penulis : Lio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *