SUNGAILIAT TERKINI

KAWASAN KUMUH DI KABUPATEN BANGKA MENURUN

Jakarta,MSM.
Bupati Bangka Mulkan SH.MH melakukan
audiensi dengan Direktorat pengembangan Kawasan permukiman Dirjen cipta karya Kementerian PUPR,di Jakarta,Kamis (11/11).

Kegiatan tersebut adalah dalam rangka peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan nelayan kelurahan Sungailiat,Kabupaten Bangka.

Dalam acara audensi itu, Bupati Bangka menyatakan kawasan permukiman kumuh di kabupaten Bangka telah mengalami penurunan secara signifikan yang awalnya seluas 81.63 ha, sekarang tersisa 49,36 ha.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten Bangka sangat serius dalam menanggulangi permukiman kumuh,” papar Mulkan.

Karena kata Mulkan dalam perkembangannya sesuai rencana penuntasan kawasan kumuh yang ada di kabupaten Bangka, yang salah satunya terdapat di lingkungan nelayan kelurahan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

” Kami dari pemkab Bangka telah menyiapkan kelengkapan readiness criteria untuk kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan nelayan,” katanya.

Ia menambahkan ada Perda No 15 tahun 2014 tentang Tataruang perkotaan Sungailiat,
Perda No 9 tahun 2017 pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh,
SK. Bupati No. 188.45/607/dinperkpp/2021 tentang penetapan lokasi kumuh,
Surat kesiapan menerima aset
Kesiapan lahan,
Dokumen UKL-UpL, Komitmen sharing anggran,
Dokumen RP2KPKPK,
Masterplan, DED, RAB maupun RKS
SK Bupati tentang tim pengelolaan perumahan dan permukiman layak huni, dan
SK Bupati tentang pembentuk kan tim relokasi dan pningkatan permukiman kawasan kumuh.

Pemerintah kabupaten Bangka siap mensuport dan berkomitmen penuh terhadap rencana kegiatan segmen ke 2 pembangunan kualitas permukiman kumuh di kelurahan Sungailiat dengan berkaloborasi dengan semua stackholder melalui program pentahelix,” tambahnya.

Bupati Bangka berharap dengan telah dilengkapi Readness criteria dan komitmen penuh pemerintah daerah, kegiatan pengentasan permukiman kumuh di wilayah lingkungan nelayan kelurahan Sungailiat di segmen ke 2 ini dapat dilaksanakan dengan kerjasama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

” Sehingga permasalahan kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Bangka dapat di tuntaskan,” ujarnya.

Melalui ibu Rika, kasubdit pengembangan kawasan kumuh direktorat pengembangan kawasan Dirjen cipta karya kementrian PUPRP Telah di alokasikan anggaran tahun 2022 sebesar 14,2 Milyar untuk mengembangkan kawasan permukiman seluas 16,52 ha di lingkungan nelayan, Kabupaten Bangka,” terangnya.

Mulkan menegaskan tentunya sangat diperlukan adanya kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan ini, mengingat pemerintah pusat telah berkomitmen dalam membantu pengurangan kawasan kumuh di Kab. Bangka.

Dalam prosesnya direncanakan mulai di kerjakan dari administrasi dan pelelangan di bulan Desember 2021 ini, Sehingga pada semester akhir 2022, aset ini telah dapat di serahkan ke pemerintah Daerah,” pungkasnya.(Red-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *