SUARA SEPINTU SEDULANGSUNGAILIAT TERKINI

KANTOR UPT BABEL WILAYAH KABUPATEN BANGKA PERKETAT PROKES KESEHATAN

MSM, Bangka – Kepala UPT Bakuda Babel wilayah kabupaten Bangka Yeri.Sos menerangkan ada 6 (enam) orang karyawannya di UPT Babel wilayah kabupaten Bangka yang dinyatakan positif Covid-19 kini sudah menjalani karantina di mes anggrek Sungailiat, hal itu dikatakannya saat diwawancarai MSM diruang kerjanya, Selasa (2/2).

Bagi karyawan UPT Babel wilayah kabupaten Bangka yang sudah terkena virus harus di swab, kalau ternyata positif maka langsung di isolasi di Mes Anggrek,” tukasnya

Yeri berpesan kepada semua karyawan walaupun dinyatakan negatif namun proKes harus secara ketat dilakukan.

Karena jujur saja kita tidak bisa mendeteksi kapan penyebaran virus Covid-19 tersebut, jadi harus tetap menjalankan proses kesehatan dan secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan disemua ruangan,” paparnya.

Cuma Yeri mengakui tidak tahu secara pasti kapan dan dimana penyebaran itu terjadi karena Samsat ini pelayanan publik.

Yang jelas kita tidak tahu asal usul dari mana yang bersangkutan pernah kontak dengan siapa kita tidak tahu,” kata mantan camat Belinyu ini.

Menyikapi kita sudah lakukan antisipasi dengan menerapkan prokes secara ketat tegas Yeri.

Yeri menjelaskan sesuai dengan kebijakan provinsi Babel ada progres terbatas melakukan pekerjaan 50 persen yang masuk kantor.

Menurut Yeri kita sudah mengantisipasi dan mengupayakan itu semu dengan menerapkan standar proses kesehatan dan fasilitasnya.

Bahkan bagi wajib pajak sebelum masuk keruangan untuk mengurus pajaknya harus mencuci tangan menggunakan masker,jaga jarak dan tes suhu tubuh,

Apabila tes suhu tubuh dibawah 37 derajat Celcius kita persilahkan masuk tetapi kalau diatas itu silahkan keluar,” tegas Yeri.

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Covid-19 ini kami membuka layanan diluar atau didepan kantor agar jarak para wajib pajak didalam ruangan bisa diatur jangan sampai terjadi penumpukan wajib pajak.” tambah Yeri.

Pelayanan ini sudah kita laksanakan sejak bulan Maret 2020 yang lalu,” terang Yeri.

Yeri menjelaskan dirinya belum di swab namun untuk memastikan tetap melakukan swab namun sekarang masih bergiliran,( red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *