PANGKALPINANG

INOVASI PELAYANAN PUBLIK PENTING; ASYRAF INVENTARISIR LATAR BELAKANG PERSOALAN

Pangkalpinang ā€“ MSM
Bicara soal inovasi pelayanan publik, Dr. Asyraf Suryadin M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan untuk pandai dalam menginventarisir permasalahan. Pasalnya inovasi tersebut diharapkan bisa menyelesaikan persoalan.

“Kita pernah punya inovasi yang namanya Cikar dan sempat masuk dalam 90 top inovasi. Semoga ke depan akan lebih banyak inovasi,” harap Asyraf saat kegiatan Asistensi Penulisan Proposal Inovasi Pelayanan Publik, di Sun Hotel, Selasa (14/5/2024).

Selain itu dapat bermanfaat bagi pelayanan publik. Asyraf mengatakan, inovasi dibuat harus sesuatu yang unik dan menarik. Hal ini tentunya akan menjadi nilai lebih. Minimal Dukcapil kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masing-masing mempunyai satu inovasi.

“Inovasi yang dibuat hendaknya berdampak terhadap kemudahan dalam beraktivitas. Sehingga pelayanan publik juga semakin membaik,” kata Asyraf.

Salah satu persoalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni, masih rendahnya angka lama sekolah. Asyraf menjelaskan, rata-rata lama sekolah tersebut hanya sampai kelas dua SMP atau tidak tamat sekolah menengah pertama.

Asyraf mensinyalir persoalan tersebut dikarenakan kurang update data kependudukan. Untuk itu ke depan Dukcapil hendaknya terus berupaya memperbaharui data masyarakat, seperti data mengenai pendidikan.

Selama ini masyarakat masih kurang peduli untuk memperbaharui data. Asyraf mengatakan, salah satu solusi untuk memperbaharui data pendidikan tersebut bekerja sama dengan pihak sekolah tinggi atau universitas.

“Jadi setiap ada kegiatan wisuda, data pendidikan yang terdapat di Kartu Keluarga diperbaharui. Kita berharap ke depan bisa mengubah angka lama sekolah di Bangka Belitung,” ungkap Asyraf.

Sementara M. Isaldi Wicaksono Analis Kebijakan Pertama, KEMENPAN RB mengatakan, inovasi pelayanan publik merupakan terobosan jenis pelayanan baik yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal atau adaptasi, modifikasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Adapun langkah membuat suatu inovasi secara umum yaitu, mengidentifikasi masalah, menyusun gagasan, menyiapkan prototype, implementasi, evaluasi, melakukan transfer,” jelasnya.( sumber DP3ACSKB/Huzari/Rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *