SUNGAILIAT TERKINI

HUJAN TANGIS DI RDP KOMISI I DPRD KABUPATEN BANGKA

Sungailiat, MSM
Hujan tangis mewarnai rapat dengar pendapat (RDP) diruang Banmus setelah sejumlah guru PUADI mengadukan nasibnya ke komisi I DPRD Kabupaten Bangka, karena insentif mereka dari dana DABA provinsi Babel tahun 2021 tidak mereka terima, Sungailiat, Senin (10/1)

Kedatangan guru-guru PAUDI Kabupaten Bangka didampingi Dindikpora Kabupaten Bangka Rozali dan para Kabid diterima langsung Wakil Ketua Komisi I Firdaus Johan dan sekretaris Marianto.

Dalam pertemuan tersebut Marianto selaku sekretaris komisi I yang memimpin RDP tersebut menyampaikan secara singkat tentang persoalan yang dihadapi oleh guru-guru PAUDI Kabupaten Bangka ini.

Selanjutnya Marianto memberikan kesempatan kepada guru-guru PAUDI untuk menyampaikan keluh-kesah masalah yang dihadapi.

Kesempatan pertama disampaikan Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Bangka Larasati mewakili para guru- guru PAUDI kalau dirinya dipercayakan rekan-rekan untuk menyelesaikan masalah hak mereka sampai tuntas namun faktanya tidak sesuai harapan dan rasa ketidakpuasan atas persoalan yang terjadi walaupun sudah beberapa kali rapat dengan pihak Dinas provinsi Babel.

Diungkapkan Larasati memang kami sudah dipanggil ke provinsi untuk membahas masalah insentif dana DABA provinsi tersebut untuk guru-guru PAUDI ini,tetapi tidak ada titik temu atau titik terangnya.

” Kami tak putus asa dan selalu berharap penuh dan mengadukan keluh kesah ke DPRD Kabupaten untuk membantu mencari solusi buat kami,” ujarnya.

Tidak hanya Larasati dua orang guru dari kecamatan Pemali Seritori S.pd dan Astika Sari.A.md. dengan berlinang air mata menyampaikan kesedihan dan keharuan yang mendalam akibat masalah isentip dana DABA provinsi tahun 2021 tidak mereka nikmati yang seharusnya mereka terima.

Bahkan perwakilan PUADI dari Riau Silip Uliya dengan isak tangis menyampaikan betapa besar perjuangan mereka untuk berjibaku mengajar anak-anak di desa Bernai.

Salah seorang guru PAUDI dari Merawang mengungkapkan rasa sesalnya karena diduga adanya oknum guru tidak mengajar lagu tetapi mereka tetap menerima isentip juga dari mana data tersebut,” katanya

Rozali kepala dinas pendidikan dan Olahraga (dispora) kabupaten Bangka menjelaskan kalau dirinya bersama kabid dan guru-guru PAUDI ini pada tanggal 28 Desember 2021 pernah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di provinsi Babel , sehari setelahnya dilanjutkan pertemuan diruang Sekdakab Bangka.

Kemudian hari berikutnya saya segera melaporkan ke Bupati Bangka Mulkan SH.MH dan Wakil Bupati Bangka Syahbudin M.Trip.kalau guru-guru dan Ustadz PAUDI di Kabupaten Bangka tidak dapat insentif,” jelas Rozali.

Dari pertemuan tersebut, Bupati Bangka Mulkan SH MH menyampaikan apakah ada peluang dan komunikasi dengan dengan DPKAD kalau memungkinkan kenapa tidak kita lakukan,” tutur Dindikpora Kabupaten Bangka ini.

Tapi yang jelas inti masalahnya terletak pada tidak diakomodirnya guru-guru PAUDI dikabupaten Bangka dan kedua pengakuan dari dari Diknas provinsi Babel salah menginput data,” terang Rozali.

” Andaikan dana diserahkan utuh kepada pemkab Bangka untuk mengaturnya insya Allah aman walaupun tidak banyak,” ujar Rozali.

Sementara itu Wakil ketua komisi I DPRD Kabupaten Bangka Firdaus Johan menyampaikan RDP hari ini adalah mendengar adanya aduan dan keluh kesah permasalahan dari guru-guru PAUDI Kabupaten Bangka yang tidak menerima isentip dari dana DABA provinsi Babel.

Dikatakan Firdaus Johan politikus asal partai Nasdem mengatakan untuk menyelesaikan hal ini meminjam tag line pegadaian menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Sebenarnya ada empat poin penting dari rapat ini, pertama kesalahan data tidak tahu darimana, itu yang jadi pertanyaan, kedua ini bukan nasi jadi bubur tetapi sudah jadi kemplang ( istilah makanan khas orang Bangka) ketiga sudah menjadi hak untuk memperjuangkannya dan wajib hukumnya dan keempat dalam kontak berbangsa dan bernegara 1,3 M tidak ada apa-apa untuk kepentingan bersama,” tegas Firdaus Johan disambut tepuk tangan para guru-guru PAUDI.
(Red-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *