SEPUTAR INDONESIA

H MULKAN DAPAT KADO PROPER TANGKAS SIGAP DAN SISKA

H.MULKAN DAPAT KADO PROPER TANGKAS SIGAP DAN SISKA.

SEMARANG,MSM
Bupati Bangka Mulkan,SH.MH menghadiri uji akhir kegiatan Diklat PIM II, kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan kabupaten Bangka di BPSDM Jateng, Semarang,Rabu (12/7).

“Alhamdulillah saya dapat kado terakhir dipenghujung masa kepemimpinan saya selaku Bupati dan kepala daerah kabupaten Bangka,” kata Mulkan saat di wawancarai MSM di BPSDM Jawa Tengah.

Ia mengatakan peluncuran dua proper (perubahan) yakni TANGKAS SIGAP (Tangguh Kelola Sampah Berbasis Kawasan Melalui Sistem Integrasi Pelayanan).
sedangkan SISKA ( Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit ) ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengarahkan pada perubahan dan kemajuan dalam bidang pelayanan kepada masyarakat.

Kedatangan Bupati Bangka H.Mulkan di BPSDM Jawa Tengah ini adalah untuk menghadiri ujian akhir dan mentor dari kedua kepala dinas sebagai peserta DIKLAT PIM II angkat ke III DI BPSDM Jawa Tengah.

Tentunya selaku mentor saya bersama Sekdakab Bangka H.Andi Hudirman , merasa bangga dan mengapresiasi mereka berdua karena bisa menyajikan inovasi baru untuk kemajuan kabupaten Bangka.

Seperti halnya apa apa yang disampaikan kepala DLH kabupaten Bangka Ismir Rachmadinianto dengan profer Tangkas Sigapnya mengetengahkan tentang problem persampahan di kabupaten Bangka.

“Dikatakan H.Mulkan Kepala Dinas DLH kabupaten Bangka Ismir Rachmadinianto melalui proper Tangkas Sigap
yang sudah memanfaatkan
sistem digital yang secara otomatis bisa memantau titik pengumpulan sampah-sampah,”tuturnya.

“Apalagi sekarang sudah menuju kota Smart city, sehingga semua aplikasi sudah terintegrasi,Ini yang harus kita lakukan kedepan,” kata H.Mulkan.

“Jadi tidak ada lagi hambatan- hambatan dalam permasalahan persampahan,
sehingga harus ada inovasi dan gebrakan dari pemerintah daerah,” tukasnya.

Begitu juga dengan Syarli Nopriansyah menelorkan proper SISKA-nya, dimana sistem SISKA tersebut memanfaatkan dauan-daun sawit yang selama tidak digunakan untuk makanan ternak.

Karena setiap tahun pemkab Bangka memberikan bantuan bibit sapi kepada kelompok masyarakat (Gapoktan) yang ada dikabupaten Bangka.

“Jadi untuk memenuhi kebutuhan makanan alami ternak tersebut, harus ada solusi dan langkah-langkah mengatasi hal itu,” papar Bupati.

Pada intinya kata H.Mulkan harus ada hubungan simbiosis matualisme atau sistem saling menguntungkan dari sistem SISKA tersebut.

Ditegaskan Bupati Bangka H.Mulkan kedua profer ( perubahan) jangan hanya sekedar diatas kertas dan makalah saja tetapi
bagaimana diiimplementasikan terhadap proper atau perubahan yang mereka sajikan.

“Jadi kedua inovasi proper yang baru
memberikan suatu kemudahan, percepatan
dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan pemanfaatan potensi-potensi dan sektor-sektor komoditi,” ujar H.Mulkan.

Dikatakan H. Mulkan dengan ada dua profer (perubahan) ini sebagai solusi bertujuan untuk menjawab visi dan misi dari Bangka setara untuk mewujudkan perekonomian daerah berdaya saing berkelanjutan.

“Sebagai daerah kepulauan kita jangan tergantung dengan pasukan dari luar,” pungkasnya.( Red-03/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *