SUARA SEPINTU SEDULANGSUNGAILIAT TERKINI

GUBERNUR BABEL TINJAU ALUR MUARA AIR KANTUNG

MSM, Bangka – Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan bersama Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Kejati Babel ; I Made Suarnawan, Danrem Babel ; Brigjen TNI M. Jangkung Widyanto, Danlanal Babel ; Kolonel laut (P) Dudik Kuswoyo SE.M.Tr.Hanla dan rombongan meninjau lokasi pengerukan Alur Muara Air Kantung, Sungailiat kabupaten Bangka yang sedang di garap oleh PT. Pulomas Sentosa, Jum’at (16/4).

Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan saat di wawancarai MSM di lokasi pengerukan alur Muara Air Kantung, mengatakan masyarakat dari Jelitik mengalami kandas yang sudah berlangsung lama akibat menyempitnya muara.

Kita bukan tidak berupaya sebab beberapa waktu ketika pak Edi Prabowo masih Menteri Kelautan sudah mengadakan kegiatan untuk pengerukan dan pengembangan TPI, tetapi dikarenakan sesuatu dan lain hal yang rencananya 350 milyar dana pinjaman dari negara Prancis berdasarkan informasi yang kami dapatkan sudah dipindahkan ke daerah lain dan juga ada hal yang belum di sepakati dengan PT. Timah Tbk,” ulas Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan.

Ia mengatakan karena Gagal maka kita melanjutkan strategi lama kita mencari mitra yang dapat menyelesaikan masalah pendangkalan ini.

Memang sekarang ada PT. PS tapi sebagaimana kita saksikan bersama masalah bertambah solusi tidak ada.” Tegas Erzaldi.

Kita sudah lakukan pemanggilan terhadap PT. PS dan beberapa hal yang berkaitan dengan PT. PS ini dimana kita sudah melakukan penyelidikan diduga ada penyalahgunaan amdal.

Ketika kita melakukan konformasi ke mereka bersedia untuk melakukan perubahan dan mengakui kesalahan tersebut,”
ditambah Gubernur.

Namun sampai dengan saat ini perubahan tidak tereaslisasi, maka kami bersama-sama forkopimda provinsi kepulauan Bangka Belitung datang ke lokasi pengerukan alur Muara Air Kantung,” insya Allah dalam beberapa waktu akan membentuk tim untuk mengambil suatu kebijaksanaan atau tindakan seperti apa terhadap PT. PS kedepannya.

Ketika didesak MSM tindakan apa yang akan dilakukan terhadap PT. PS, dengan sigap Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Erzaldi mengatakan,” Nanti akan di bahas oleh tim,” ujar Gubernur provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu Yanto alias Acun kepala perwakilan PT. PS saat ditemui MSM di lokasi pengerukan alur Muara Air Kantung Sungailiat menjelaskan kalau kunjungan forkopimda provinsi kepulauan Bangka Belitung ke lokasi pengerukan alur Muara Air Kantung, Sungailiat ini normatif saja,” Cuma saya tidak tahu Kunjungan ini dalam rangka apa, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan apapun, jadi kita tidak tahu dalam rangka apa,” aku Yanto alias Acun.

Ketika disinggung keterkaitan masalah ketidaksesuaian masalah amdal Acun menjelaskan kalau tadi ada bahasa ketidaksesuaian masalah amdal pihaknya memang sudah menerima sanski administrasi dan sudah kita jalani sampai 4 bulan kedepan.

Yang jelas kata Acun setiap per semester kita laporkan terus,.

Terjadinya pendangkalan di Muara Air Kantung Acun mengatakan harus di fahami dulu, material yang ada gundukan itu beralasan dari mulut muara jadi bukan gundukan nutup muara jadi ini yang salah persepsi.

Ketika ditanya masalah perizinan yang akan berakhir sampai tahun 2024 Yanto alias Acun menjelaskan,” Jadi begini bukan dikitakan izin sampai 2024 itu tetapi kita di kasih perizinan untuk melakukan pengerukan berdasarkan volume dan bentuk perizinan itu adalah SIKK (Surat Izin Kerja Keruk) dan dan setiap tahunnya secara kontinyu diperpanjang.

“Jadi tegasnya izin pengerukan volume tidak ada jangka waktu dan itu harus difahami mungkin selama ini salah persepsi.

Ada dugaan akan ada penghentian dari pihak provinsi terhadap aktivitas PT. PS ini,” Belum dengar bahasa menghentikan itu, namun demikian kita ikut dan belum dengar kalau ada wacana seperti itu, tetapi itu yang terbaik dan menguntungkan kedua belah pihak its’ oke saja,” tukasnya.

Karena setiap produk legal yang dikeluarkan untuk menghentikannya harus pakai produk legal juga,” pungkas Yanto.(Red-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *