PANGKALPINANG

ASYRAF:JAGA KELUARGA TERUTAMA ANAK AGAR MENJADI ORANG BAIK

Asyraf: Jaga Keluarga Terutama Anak Agar Menjadi Orang Baik

Pangkalpinang-
MSM
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap ibu-ibu bisa menjaga keluarga dan anak agar bisa menjadi orang baik. Sebab perempuan sebagai penjaga peradaban. Menjaga hubungan baik dengan sesama dimulai sejak dini.

“Saya sering berinteraksi dengan sesama selain beragama Islam. Selama berada di Yogyakarta, saya punya orang tua angkat beragama kristen,” kata Asyraf saat Kegiatan Pembinaan Keluarga Kristiani, di Ruang Pertemuan Romodong, Bangka City Hotel, Kamis (22/6)

Pada kegiatan yang digelar Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, Asyraf menyampaikan materi bertajuk Menuju Keluarga Sejahtera melalui Ketahanan Keluarga.

“Orang tua angkat saya tersebut memberikan perhatian kepada saya seperti anaknya sendiri. Ketika saya ingin salat, maka disediakan sejadah dan tempat salatnya. Sejak dulu saya mempunyai hubungan baik dengan keluarga tersebut,” lanjutnya.

Lebih jauh Asyraf mengatakan, DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sering melibatkan organisasi keagamaan untuk mendiskusikan banyak hal terkait perempuan dan anak. Sebab perempuan dan anak dalam keluarga menjadi perhatian pemerintah.

Menyinggung mengenai pendidikan, Asyraf berpesan agar ibu-ibu memperhatikan pendidikan anak-anak. Sekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi. Perhatian seorang ibu akan berdampak baik bagi anak, sehingga tidak ada anak-anak yang putus sekolah.

Perempuan punya tingkat peradaban tinggi. Asyraf menambahkan, hobi positif yang dimiliki ibu-ibu bisa meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. Contohnya, hobi menanam tanaman hias. Jika tanaman hias sudah banyak, bisa saja dijual sacara online.

“Ibu-ibu harus mempunyai kemampuan berdagang secara online. Ini bisa meningkatkan pendapatan perempuan. Selain itu, untuk mengimbangi kemampuan ibu-ibu berbelanja online,” saran Asyraf.

Selama ini DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan pembinaan terhadap industri rumahan. Asyraf menjelaskan, industri rumahan tersebut bisa dimulai dari melakukan hobi. Diharapkan hobi yang menghasilkan produk bermanfaat bagi keluarga.

“Jika ibu-ibu mempunyai hobi menanam anggrek lanjutkan aktivitas tersebut. Harga anggrek tersebut jika dijual hingga jutaan rupiah. Fotokan produk dari hobi ibu-ibu, kemudian dijual secara online,” ungkap Asyraf.

Memasuki sesi tanya jawab, Astri salah satu peserta menanyakan mengenai pola pikir seolah-olah masalah keluarga menjadi tanggung jawab perempuan. Sementara kewajiban laki-laki hanya bekerja di luar rumah.

Menjawab hal tersebut, Asyraf mengatakan, pengambilan keputusan dalam keluarga harus diambil secara bersama-sama. Contohnya masalah pendidikan anak, ini harus menjadi perhatian kedua orangtua. Ada baiknya semua persoalan didiskusikan dengan baik.

“Kita sering mendapatkan laporan kasus-kasus persoalan di dalam keluarga. Dalam hal ini kita akan memberikan ruang untuk mediasi,” jelasnya.
(Sumber:
DP3ACSKB
Huzari/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *