SUNGAILIAT TERKINI

ARSARI TAMBANG SIAP MENDUKUNG PROGRAM HILIRISASI TIMAH PEMERINTAH

ARSARI TAMBANG SIAP MENDUKUNG PROGRAM HILIRISASI TIMAH PEMERINTAH

Sungailiat,MSM
Arsari Tambang selalu konsisten dalam melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau lebih dikenal dengan nama CSR dan sudah menjadi kewajiban kami selaku pemegang RKAB timah di Bangka Belitung.demikian dikatakan Aryo Djojohadikusumo Chief Exsecutive Officer (CEO) ketika diwawancarai Media Sungailiat Monitor (MSM) seusai peletakan batu pertama kantor administrasi dan Operasional PT Mitra Stania Prima ( PT.MSP )dikawasan Industri Jelitik Sungailiat,Selasa (4/6).

Menurutnya tahun ini kami punya kouta 5000 ton dan lebih,dimana ada bagian dari program tersebut yakni program pemberdayaan Masyarakat yang merupakan kewajiban.

“Untuk tahun depan kita fokus ke program pendidikan, hal ini dikarenakan Arsari Tambang sudah siap mendukung program hilirisasi timah pemerintah,”tukas Aryo.

Aryo menuturkan untuk mensukseskan program hilirisasi diperlukan Sumber Daya Manusia ( SDM) yang handal,
berkualitas serta ahli di bidangnya dan kami perlu menciptakan teknologi baru dan akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Bangka Belitung.

“Terjadinya jalinan kerja sama ini, kita berkaca kepada salah satu perusahaaan tambang yang ada di provinsi tanah air yang telah menyumbang CSR triliunan rupiah ke perguruan tinggi didaerah lain, bukan diwilayah dimana perusahaan berinvestasi,” kata Aryo.

“Kita cari nafkah dan berinvestasi di provinsi Babel kita support dan akan bangun pusat riset timah bekerjasama dengan institusi luar negeri melatih tehnisi untuk hilirisasi timah,”papar CEO Arsari Tambang ini.

“kita punya income dari timah akan kita investasikan didunia pendidikan di Babel ini yang bertujuan melatih SDM handal sport hilirisasi,”timpal Aryo.

“Ia menekankan persoalan hilirisasi agar selama enam bulan sudah mempelajari secara intensip dan bekerja sama dengan konsultan luar negeri, ternyata untuk hilirisasi bisa dilakukan,” jelasnya.

“Saya kasih contoh kalau malaysia memerlukan 50 tahun untuk hilirisasi, kita kurang dari 20 tahun. jadi kita bisa mengalahkan Malaysia,”harapnya

Setelah dilakukan peletakan batu pertama pabrik solder tahun ini dengan investasi 50 milyar lebih Insya Allah selesai tahun depan dan siap ekspor.

Ia menerangkan untuk pabriknya ada empat (4) wilayah dan kita sudah pelajari yakni Bangka Belitung, Batam, kendal dan Gersik dari empat (4) wilayah akan kami umumkan dimana pabriknya akan di bangun.

“Terkait ekpansi usaha Arsari tambang Aryo mengatakan, kedepannya pihaknya akan mendorong terus daerah- daerah yang akan kita sumbang,”katanya.

“Saat ditanya kapan akan dimulai pembangunan kantor baru, dengan penuh semangat Aryo Djohohadikusumo menjawab, bahwa selesai peletakan batu pertama akan kita mulai tahun ini Insya Allah selesai tahun depan,” pungkasnya.( Red.03/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *