Tak Berkategori

NILAI-NILAI GOTONG ROYONG DALAM PROGRAM JUMAT BERSIH BERSAMA BUPATI, APARATUR PEMERINTAH DAN MASYARAKAT.
Erry Gusnawan, SE., MM.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang berjiwa gotong royong nampak tak terbantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh gotong royong yang biasanya terjadi dalam aktivitas masyarakat, seperti gotong royong dalam bentuk kerja bakti, dilakukan untuk kepentingan bersama yaitu gotong royong dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan, atau khitanan dan gotong royong ketika terjadi bencana atau salah satu warga meninggal dunia, warga dapat saling bekerja sama, yang tidak bisa disebut kepentingan bersama atau kepentingan individu, tetapi semacam kesadaran

Kemajuan zaman mengarah pada perubahan individu, seperti munculnya sikap individualis dan hilangnya kebiasaan gotong royong dalam masyarakat. Sayangnya, kenyataan ini telah berkembang sampai pada titik di mana banyak orang begitu sibuk dengan bisnis mereka sendiri sehingga mereka enggan untuk terlibat dalam membantu orang lain.

Perubahan nilai gotong royong semakin kental terjadi di wilayah perkotaan, hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat yang memutuskan untuk menyerahkan pekerjaan kepada pihak lain dengan maksud supaya pekerjaan lebih efektif atau menyerahkan pekerjaan kepada kelompok yang dibayar agar mampu menyelesaikan pekerjaan tertentu, padahal sebenarnya gotong royong mempunyai peranan penting sebagai media interaksi ataupun hubungan sosial untuk masyarakat yang menjalankannya.

Akan tetapi seiring waktu berjalan nilai gotong royong itu sudah mengalami perubahan baik disadari atau yang tidak disadari tanpa adanya suatu kemampuan yang dapat mempertahankannya.

Kabupaten Bangka, dengan pusat pemerintahannya di Kota Sungailiat, sebagai kota yang terus berkembang juga mengalami pergeseran nilai Gotong Royong, dimana kebiasaaan membersihkan lingkungan secara bersama sama, atau kerja bakti, sudah mulai ditinggalkan.

Memperhatikan kondisi tersebut Bupati Bangka Bapak Mulkan, SH,. MH mengeluarkan kebijakan jumat bersih yang sampai dengan Pj.Bupati Bangka,M.Haris kegiatan jumat bersih ini dilaksanakan setelah melakukan senam bersama dengan lokasi yang berbeda beda di seputaran Kota Sungailiat.

Yang pertama dilibatkan dalam program ini adalah seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka, kemudian melibatkan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan di atas, adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui nilai – nilai gotong royong dalam program Jumat bersih Pemerintah Kabupaten Bangka di Kecamatan Sungailiat.

Kegiatan gotong royong mempunyai banyak nilai yang tercantum didalamnya, serta nilai kebersamaan jadi nilai yang dominan.

Nilai- nilai dalam gotong royong pastinya menuju pada kebersamaan warga dalam melakukan kedudukan serta tugasnya, gotong royong yang jadi bagian dari pedoman hidup pastinya membagikan arti yang baik di setiap kegiatannya, warga bisa merasakan kebersamaan yang kokoh dengan terdapatnya gotong royong.

Wujud gotong royong dalam adalah kerja bakti bersama membersihkan lingkungan, ada yang membawa makanan atau minuman yang bisa dinikmati bersama, kemudian disela2 waktu istirahat, Bupati melakukan dialog dengan warga sekitar dan pegawai.

Dengan adanya program jumat bersih ini, sudah mulai tumbuh kelompok2 masyarakat pengelola sampah dalam bentuk Bank Sampah. Bahkan Kabupaten Bangka sudah mendapatkan Piala Adipura ke 11 pada tahun 2023 ini.
Nilai-Nilai Gotong Royong dalam program jumat bersiH
Goton royong seharusnya dilandasI dengan semangat keikhlasan, kerelaan, kebersamaan, toleransi, dan kepercayaan. Sebab gotong royong merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sekaligus merupakan kearifan lokal atau adat yang dapat menyatukan masyarakat. Lebih jauh, gotong royong dalam program Jumat Bersih di Kecamatan Sungailiat, menunjukkan adanya nilai – nilai yang dapat diutarakan sebagai berikut:

1.Kebersamaan terjalin saat orang-orang berjumpa dan berinteraksi untuk saling mengetahui kabar satu sama lain atau menjaga tali silaturahmi agar tetap harmonis. Dari interaksi yang terjadi dan dilakukan secara terus menerus akan melahirkan hubungan khusus antar anggota masyarakat, yang lantas dapat menjaga keharmonisan ikatan masyarakat. Kaitannya dengan program jumat bersih yaitu kebersamaan yang tercipta antar warga.

Lebih jauh, bisa dikatakan kegiatan ini menjadi ajang eksistensi masyarakat dalam kehidupan sosialnya.

2.Toleransi, gotong royong dapat menumbuhkan sifat toleransi warga di Sungailiat, gotong royong tidak memandang strata /ekonomi, agama maupun ras. Seperti saat jumat bersih, ada berbagai jenis kegiatan kerja bakti yang dilakukan dan semua pihak tidak ada merasa yang lebih baik maupun lebih buruk, baik itu mengumpulkan sampah ataupun merapikan pohon-pohon, Efek lebih jauh, jika program ini dapat dipelihara, hal-hal yang sifatnya rasis dan mendominasi akan tergeser oleh sifat-sifat toleransi masyarakat, dan terjalin tatanan masyarakat yang harmonis.

3.Kesatuan, gotong royong dalam pelaksanaan program ini terciptanya hubungan yang erat dan kuat antaranggota masyarakat.

4.Keikhlasan, terjadi bilamana dalam menolong kita tidak mengharapkan balasan baik yang sifatnya materil maupun immaterial.

Seperti saat mengikuti program jumat bersih ini, tanpa membedakan tempat siapa atau kampung siapa, dan juga masyarakat dengan ikhlas membawakan konsumsi untuk bersama.

Dari uraian diatas, nilai-nilai gotong royong dapat memperkokoh solidaritas di dalam kehidupan bermasyarakat di kecamatan Sungailiat dilihat dengan adanya bentuk – bentuk gotong royong dan nilai yang berkaitan dengan solidaritas, peranan warga atau masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong serta upaya dan usaha untuk mempertahankan kekuatan solidaritas yang ada karena nilai – nilai gotong royong tersebut.

PENUTUP
Simpulan
Keterlibatan masyarakat pada saat gotong royong menjadi semakin berkurang. Ini tidak lain karena perkembangan zaman dan perubahan sosial. Dimana kini semakin banyak kesibukan dan lebih memilih membayar pekerja untuk terlibat dalam kegiatan2 gotong royong. Bupati Bangka melalui program Jumat bersih, mengajak aparatur dan masyarakat untuk kembali mengangkat nilai kebangsaan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *